"Kenapa arman ada di sini!" tanya calon suamiku dengan wajah penuh kemarahan. Dia merangkul diri ini erat, sementara Arman tersungkur di depan kami. "Dia datang, dia menyelinap masuk dan ...." "Apa yang dia lakukan, Apa dia mau menyentuhmu? Kenapa kau hanya mengenakan handuk!" "Aku tadinya mau mandi, tapi terkejut dengan dia yang tiba-tiba sudah ada di dalam rumah." aku menjawab dengan perasaan campur aduk. "Kemana orang orang? Kenapa kau sendirian?" "Mereka pergi ke acara Tante yang ada di luar kota," balasku sambil meredakan gemetar dan degupan jantungku. "Bagaimana kalau aku tidak datang, Apa yang akan terjadi padamu," balas pria itu sambil kembali merangkul diri ini dan segera menyuruhku ke kamar untuk mengenakan pakaianku sendiri. "Pergilah, pakai bajumu," ucapnya. Jika aku

