Kalau boleh jujur, Mika sebetulnya belum ingin bertemu Marco. Ia belum tahu harus bersikap bagaimana. Sayangnya, Marco sudah telanjur di rumahnya sehingga mau tak mau mika harus menemuinya. Untuk mendapatkan ruang privasi tapi juga tidak tertutup, Mika mengajak Marco bicara di halaman belakang rumahnya. Kebvetulan di sana cukup terang karena dipasang banyak lampu taman di berbagai sudutnya. “Setelah kita menghabiskan lumayan banyak waktu bersama, aku ingin tahu apa yang sekarang kamu pikirkan tentang aku,” ujar Marco mengawali. “Nggak tahu, yang jelas kamu banyak banget berubahnya,” ungkap Mika jujur. Ketika Marco bertanya, sudah semestinya Marco siap dengan apapun jawaban Mika, bukan? Sekalipun mungkin jawaban Mika akan meninggalkan kesan menyakitkan. Toh ini demi hubungan mereka juga

