Seorang polisi menarik baju belakang Marco hingga lelaki itu terlempar mundur menjuhi titik tawuran, polisi menyemporotkan gas air mata agar mereka bubar dan membuat orang-orang berhamburan tak terkendali. Marco terbatuk-batuk karena napasnya mulai sesak dan matanya panas kena gas. Seolah gas air mata belum cukup membuat keadaan kondusif, polisi bahkan sampai melepaskan tembakan peringatan ke udara. Orang-orang dari segala penjuru berlarian, Marco sempat menabrak dan ditabrak orang beberapa kali hingga membuatnya jatuh tersungkur bersimpuh di atas tanah. Telinganya tiba-tiba berdengung nyaring hingga membuat kepalanya sakit, Marco langsung melepas alat bantu dengarnya dan seketika dunianya kembali sunyi. Ia hanya melihat orang-orang berlarian, asap-asap gas air mata menghiasi udara malam.

