Kini Mika telah membuktikan sendiri apa kata orang bahwa cinta ada masa kadaluwarsanya. Semakin lama tinggal bersama, maka terlihatlah tabiat asli pasangannya. Mika sungguh tidak percaya akan tiba pada titik ini, titik di mana ia membenci Marco. Perkataan terakhir Marco kemarin sebelum keluar kamar sama sekali tidak membuat Mika tersentuh, malah kesan yang ditangkap Mika seolah-olah Marco sedang playing victim serta berusaha memanipulasi perasaan Mika dengan berkata, ‘Seandainya kita bisa bertukar tempat, aku nggak keberatan menggantikan kamu. Biar aku tahu sakit dan capeknya jadi kamu, biar aku … bisa ngerti perasaan kamu.’ Mudah sekali Marco mengatakan itu karena Marco tahu sampai kapanpun perkataannya tidak akan pernah terjadi, dia tidak akan bisa menggantikan Mika dan menanggung se

