"Cewek itu ... Kenapa dia nggak punya malu sekali," gumam Marco yang sebetulnya ditujukan untuk dirinya sendiri. Marco sungguh tak habis pikir terhadap Mika. Apa perlu ia benar-benar menutup toko yang baru buka sebulan ini supaya Mika tidak punya alasan lagi untuk berada di sekitarnya? "Seharusnya kamu bilang supaya aku pakai cicin di jari manis dan bilang kalau kita sudah tunangan, mau bohong kok setengah-setengah," decak Venia, mengejek Marco sesaat setelah Mika meninggalkan dapur. "Kayaknya dia mesti lihat kita ciuman atau tidur bareng, baru dia akan percaya." Sontak saja ide gila Venia barusan membuat Marco mendelik tak suka. Venia terkekeh pelan. "Bercanda, Van. Takut amat dicium beneran," tambah Venia dengan mimik wajah masam. "Bikin makin sedih aja, emangnya aku nggak semenarik

