Mika perlahan mulai membenahi diri. Tidak mau lagi terfokus pada pikiran sendiri. Ia menyadari bahwa perubahan sikap Marco sebagian besar karena sikapnya. Namun setelah beberapa hari dalam fase memperbaiki hubungan, sikap Marco tetap tidak sehangat dulu lagi. Ada rasa canggung yang samar yang Mika rasakan. Tapi kali ini sepertinya bukan karena dia. “Kalau membersihkan botol bayi itu seharusnya lebih hati-hati. Ini bagian pangkal botol disikat lebih bersih karena di bagian ini sering sekali sisa s**u mengendap. Kalau kurang bersih, dan Maru terkena bakteri gimana? Kan kalian juga yang repot. Kasihan Maru juga.” Bunda Mika tiba-tiba berdiri di samping Marco. Wanita paruh baya itu mengkritik cara menantunya yang sedang mencuci botol s**u. Marco berhenti melakukan aktivitasnya dan tampak tid

