Membahas masa lalu yang kelam selalu berakhir membuat seseorang merasa jauh lebih buruk —Mia Oswald _______________________________________ Musim dingin Phoenix, 16 Januari 10.03 a.m. Sepeninggal pria berengsek itu, aku menangis keras. Tidak peduli mulutku tersumpal benda sialan ini, juga cairan yang terasa mengalir dari inti tubuhku, aku tetap terisak. Tidak peduli kondisiku yang berantakan dan terlentang di pantri, air mataku tetap mengucur tak mau berhenti. Menangisi kepergiannya, menangisi diriku sendiri yang tidak tahu malu sebab masih mendambakan segala hal yang ada pada pria itu. Pria yang tahu cara menyentuhku. Pria yang terlalu mengenal tubuhku hingga aku tak bisa melawannya. Mewanti-wanti atas nama bayi kami agar menikmati hujaman kasarnya. Jika tidak, aku takut akan menga

