Benarkah dia itu-?

1390 Words

Jika ingat kejahilan Milia kemarin sih membuat gadis itu ingin tertawa. Anehnya hari ini dia mendadak lemas letih dan lesu, Deon bahkan menyangka Milia butuh asupan vitamin dan kembali memeriksakan diri ke dokter. Milia seperti biasa diantar Deon ke kampus, tapi kali ini ada yang berbeda. Milia seperti kehilangan semangat.  “Hari ini abang fulll ngantor.” Deon hari ini jadwalnya full di kantor, tidak mengajar dan bisa melihat Milia di kampus. “Iya Abang.” Milia menjawabnya lesu. “Jangan lesu gitu dong gara-gara di kampus gak ada abang.” Deon terkekeh sambil mencubit gemas pipi Milia, pipi gadis ini sekarang seperti squishy, dia pencet-pencet, dia cubit-cubit saking gemasnya. Milia jadi terbiasa dengan tangan Deon yang hiperaktif itu, yang penting tidak pegang-pegang yang lainnya. “Ish

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD