Sungguh Harus Begini

1393 Words

“Mil abang keringetan nih, pasti nanti luntur.” Deon sedang masak membuat sarapan untuk mereka berdua. Milia duduk cantik saja bak ibu bos di rumah ini, biar Deon yang sibuk melayani kanjeng nyonya Milia, siapa suruh cari masalah. Milia yang sedang menunggu makanannya matang duduk sambil menonton drama korea, dia sedang senang menonton film terbaru yang berjudul BP. Milia melirik Deon sinis. “Kalo luntur aku cium lagi biar ada tanda jejak makin banyak. Abang suka dicium kan?” Sekalian nyindir Deon yang gemar menciumnya tiba-tiba. “Ya suka kalo dicium sama kamu, tapi jangan bikin bekas kaya gini dong, please.” Si abang sampe mohon-mohon lho, kasian dia. Deon sudah membayangkan pasti seisi kantor akan heboh karena bos mereka memiliki jejak kecupan dimana-mana, mana besok meeting kan, yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD