Di rumah, Endang yang dapat pesan dari Deon pun bukannya marah atau takut anaknya mau di grepe bang Dosen, la dia malah senang anaknya bisa PDKT. Setelah membalas pesan dari Deon, dia pun bergumam, “Yang sering-sering aja, ya!” Dingin malah pikirannya kalau Milia tida ada di rumah. Duh kalau ada, suara mereka sama-sama cempreng, mana sering debat, bayangkan saja pasti rumah ini seperti dilanda gempa tektonik kalau keduanya sedang marahan, bagai tikus dan kucing yang tinggal satu atap. Beberapa detik kemudian ponsel Endang bergetar, ada panggilan masuk dari Deon. Ternyata Milia sendiri yang menghubungi ibunya untuk mengkonfirmasi apakah Endang bohong atau memang benar. Endang sudah prediksikan, pasti yang menelpon ini Milia. Dia segera menonaktifkan ponselnya saja. Daripada ketahuan boho

