Sebrat-Sebrut

1251 Words

Yayuk tak tega melihat Dea yang begitu buru-buru pulang. Dari tadi Dea sering melihat ponselnya, yang orang tau dia sedang berkirim pesan dengan sang mama, padahal dia sedang chat dengan Siska sahabat gelapnya, bukan pacar saja yang gelap, sahabat juga ada. Awal mula Dea bisa masuk geng ini itu berkat Lia, dia sangat dekat dengan Lia yang notabennya adalah sahabat Yayuk, kalau Yayuk sih sudah lebih dulu bersahabat dengan Lia dan Milia. Jadi istilahnya si Dea ini sering ngikut-ngikut makanya diajak buat bareng. “Lo balik aja kalau gitu. Kasian mama lo lagi gak enak body kan?” Yayuk sangat pengertian, tapi dia juga pemerhati, dari tadi gelagat Dea dia lihat agak berbeda, lebih panik dan tak seperti Dea yang biasanya. “Iya. Gue pamit, tolong bilangin makasih ke Milia, ya!” Dea yang sekarang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD