“Hemmppp-” Oh tidak guys. Tangan Deon barusan hampir kena ke dua gunung kembar milik Milia, kalau tadi Milia tidak buru-buru menahannya, mungkin kedua gunungnya itu bakal ternodai oleh lengan Deon. Tampaknya Deon sudah tidak mimpi buruk lagi. Dia malah terdengar berdengkur. Milia terpaksa harus diam sampai Deon benar-benar tidur pulas. Lama Milia menunggu eh dia malah mengantuk juga. Gadis ini mencoba untuk tidak tertidur meski matanya terasa berat. Dia perhatikan wajah Deon yang tengah terpejam. “Tampan!” Pria ini memang sesuai dengan kriterianya. Ya dia anggap saja Zayn dewasa. Saat Milia perhatikan wajah Deon, saat itu pula ekspresi dari pria itu berubah, sepertinya Deon bermimpi buruk lagi. Ada keringat dingin yang keluar disertai napas Deon yang begitu tidak beraturan malah semakin

