Embusan angin malam kencangnya bukan main, meski berada di dalam tenda saling peluk-pelukan tidak menjamin mereka semua bakal merasa hangat, nyatanya Milia semakin kedinginan. Bibir Milia membiru, wajahnya kehilangan warna, rautnya juga lesu. Rambut Milia basah dan hanya dibungkus handuk karena mereka tidak membawa hair dryer. Colokan listrik hanya ada di bangunan pusat di tengah bumi perkemahan ini. Kalau mau cas handphone ya harus pergi ke sana dulu, di tenda mereka hanya diterangi lampu yang diisi baterai saja dan dari api unggun. Bibir Milia bergetar, tangannya juga ikut bergetar, Yayuk merasa betul tangan Milia dingin seperti vampir. Yayuk khawatir keadaan ini semakin memburuk. Mana wajah Milia semakin pucat seperti mayat hidup, sudah putih jadi tambah putih, bukan pakai bayclin tap

