“Bukan jaket gue, Mil. Gue nggak punya jaket merk ini, apalagi warna gini lho. Kan lo tahu sendiri warna kesukaan gue tuh putih sama item, ini jaketnya biru item.” Mana Zayn punya jaket merek Dur dar der dor alias Deor, uang masih minta ke mamah jadi mode ngirit, beli yang mahal-mahal paling dari mall bukan merek semahal dari brand luar negri. “Oh gue kira jaket lo.” Milia menghembuskan napas kasar. O jadi begini rasanya terlalu berharap lalu hasilnya zonk. Tatid hati Milia. Kapan ya dia bisa bahagia bersama Zayn? Sepertinya kapan-kapan. “Kenapa emang?” Zayn mengangkat satu alisnya, heran kenapa Milia bawa-bawa jaket seorang pria, mana mahal pula. Kalau Zayn bohong jaket itu miliknya, jelas beda size, kalau dia pakai juga pasti kedodoran, nanti ketahuan bohongnya. “Enggak Zayn.” Kalau

