Masa bodoh dengan kewajiban wajib lapor atau apa pun itu. Setelah histeris tadi sore, aku melalui malam dengan tenang di kamar karena telah dicekoki sedatif oleh tim dokter penjara. Yah, aku tidak menyalahkan mereka--baik soal obat penenang ini atau diagnosa skizofrenia akut yang semakin terasa nyata padaku. Singkatnya, aku tidak peduli. Aku hanya ingin membusuk di ruangan bagus ini. Pintu diketuk. Rencanaku batal. Karena tahu itu bukan perizinan--jadi aku tidak harus menjawab dulu baru mereka bisa masuk--si tamu langsung masuk. Dari hadapan meja rias, aku menoleh ke arah pintu. Pria berkursi roda yang menghampiriku kali ini. Jelas bukan Wilson, apalagi Ashton. Coba tebak siapa. "Hai, Laura." Earl. Benar. Membalas sapaannya aku sama sekali tidak berani menunduk terlebih mendongak p

