"Ayo semuanya duduk!" Instruksi Bu Tika tegas setelah dia lebih dulu duduk di kursi kebesaran nya. Laila dan ketiga temannya saling melirik. Keempat siswi itu masih ragu untuk duduk di depan bu Tika. "Lho, kok diam? Ayo duduk!" instruksi Bu Tika dengan suara mengintimidasi. Refleks, Laila dan ketiga temannya segera duduk dengan patuh. 'Duh, nasib gini amat sih? Selama tiga tahun tidak pernah masuk ke ruang BK, kenapa sekarang saat kelas tiga masuk BK. Kalau sampai bapak ibu tahu, bisa habis dua kali aku,' bisik hati Laila. "Jadi katakan, kenapa kalian berkelahi?" tanya Bu Tika dengan lembut tapi tegas dan menatap satu persatu wajah murid di hadapannya. Laila mengangkat wajah. Terkejut dengan pendengaran nya. Awalnya dia menyangka kalau salah mendengar karena suara Bu Tika berub

