Ambar langsung tercengang karena tidak menyangka akan bertemu dengan cinta pertamanya saat SMA di kota dulu. Pak Jaka yang sedang membawa setumpuk map dan berjalan keluar balai desa itu tanpa sadar melangkah menuju ke arah Ambar berdiri. "Ambar, kamu kok di sini?" tanya Jaka seraya mengulurkan tangan ke arah Ambar. Tumpukan map yang cukup banyak membuat Jaka kesulitan untuk menjabat tangan Ambar. "I-iya. Aku sedang mengunjungi anakku," sahut Ambar canggung. Jaka manggut-manggut. "Lho, anak kamu ada di desa ini?" tanya Jaka. Ambar mengangguk. "Ya. Dia bekerja sebagai dokter ASN di puskesmas sini." Ucapan Ambar membuat Jaka terkejut. "Dokter di puskesmas ini? Apa namanya dokter Marzuki?" tanya Jaka dengan nada tidak percaya. "Ya. Itu anakku. Kamu kenal dengan anakku, Jaka?" ta

