Rest

1091 Words

"Aku akan beristirahat." Ujar Nevan, sambil menghela napasnya setelah semalaman berdiri di tepian jendela. Entah apa yang dilakukannya, mungkin ia berbincang pada tiga bintang di atas sana. Ya, bintang itu kini bertambah satu. Nevan iri, sangat iri. Ia merasa begitu kesepian dan lelah di sini, sebab itu Nevan ingin berkumpul dengan ketiga bintang di atas sana. Sepanjang malam itu, sesekali Nevan tersenyum, seolah ia benar-benar bisa berkomunikasi dengan bintang-bintang itu. Sampai pada saatnya bintang-bintang itu pergi, digantikan dengan mentari yang sekonyong-konyong datang bersama pagi menjelang. Raut Nevan kembali menjadi sendu ketika gelap perlahan memudar, lambat laun berubah menjadi cahaya yang justru membuat Nevan merasa silau. Pun di saat itulah ponselnya berdering, seharusnya Nev

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD