"Kamu siap?" "Siap captain," jawab Reina semangat empat lima dengan kelima jari tangan kanannya merenggang di pelipis, sikap hormat. Sesuai permintaan Reina, sebelum acara akad dilangsungkan, dia ingin mengunjungi makam ibu mertuanya, ibunya Dewa. Berangkat dari pahlawan sekitar enam pagi dan perkiraan akan mendarat di kota kelahirannya juga Dewa pukul delapan pagi. Waktu tempuh normal sekitar empat jam, tapi karena mereka melalui jalan tol, maka waktu perjalanan hanya memakan dua jam saja. "Tempat ibu sebelah sini mas," seru reina ketika Dewa melewati jalan yang keliru. Dewa mengganti arah, mengikuti Reina. "Yang mana re?" Dewa melihat sekelilingnya berbeda dari terakhir kali dia mengunjungi makam ibunya. Katakanlah dia durhaka, dia memang terkadang kesulitan waktu untuk bisa p

