"Lagian istri mas kemana sih? nanti kalo timbul fitnah gimana, aku nggak mau ya dituduh pelakor," lanjutnya. "Nggak ada____ aku nggak punya istri," jawabku. Mukaku kecut seketika. "Jelas jelas aku tau mas nikah." "Udah cerai." "Aku lajang. Kamu juga. We are free. Jadi nggak akan ada sebutan pelakor atau pebinor," timpalku lagi. "Gimana bisa? sejak kapan?" "Bisalah, udah takdirnya gitu. Sejak kurang lebih setahun yang lalu." "Karena itu mas pindah ke sini?" "Yup, betul sekali." Reina selalu bisa menebak kisah hidupku. Setelahnya Reina tidak menimpali ucapanku lagi. Malam itu kuhabiskan dengan menonton film dengan Reina. Aku menyukai film horor sebenarnya, namun dikarenakan Reina takut akhirnya jadilah kami menonton romance. Judul yang kami pilih adalah Imperfect besutan s

