Sudah satu bulan Relline tak bangun-bangun jua dari tidur panjangnya, alat bantuan medis itu masih terpasang menutupi hidung Relline. Sama halnya dengan Bayu yang senantiasa setia mengunjungi istrinya dan mengajaknya bicara walaupun hanya hening yang balas menyapanya, pria itu sudah menerima sedikit demi sedikit buah hati mereka yang dengan sementara waktu harus diberi s**u formula. Tangannya terulur mengelus lembut kepala sang istri yang masih asyik dengan dunia mimpinya, rasanya sangat sedih selama sebulan ini tidak mendengar suara tajam dan menggoda dari istrinya. Hatinya hancur, namun ia tidak bisa melimpahkan kesahalan kepada anak mereka yang tidak tau apa-apa. "Sayang, kamu gak bosen apa tidur terus menerus?" Sapa Bayu, seperti biasanya ia akan mengajak Relline berbicara. "Aku kan

