Relline berjalan tergesa ketika ia menyadari kalau sedari tadi ada yang mengikutinya, ia bukan tidak tau siapa yang membuntutinya sejak tadi. Ia merasa sangat malas sekali membalikkan tubuhnya apalagi orang itu sejak tadi memanggil-manggil namanya ditengah keramaian, orang itu apa tidak punya rasa malu apa? Masih mendekatinya padahal sudah tau bahwa itu telah memiliki suami. "Relline... Relline... Tunggu Relline." Relline semakin mempercepat langkah kakinya ketika langkah kaki pria itu semakin mendekat kearahnya. Belum sempat ia membelokkan tubuhnya dipersimpanngan jalan namun lengannya ditarik kuat hingga terpaksa ia membalikkan tubuhnya, matanya menatap tajam pria yang ada dihadapannya. "Mau lo apa sih?" Sinis Relline. "Gue mau kita balikkan." Relline tersenyum sinis mendengar ucapan

