Pekerjaan Relline semakin hari semakin banyak, waktu senggang yang ia miliki nyaris tak ada. Banyak sekali investor-investor dari berbagai daerah tertarik menginvestasikan dana mereka ke perusahaannya, berkali-kali ia harus bolak-balik menemui klien dan membahas kontrak kerja sama mereka ditemani oleh sekretarisnya. Kadang ia berpikir kenapa Papanya memberikan tugas seberat ini untuknya, andaikan saja ia memiliki saudara laki-laki ia mungkin tidak akan berada diposisi ini. Memimpin sebuah perusahaan dengan pekerjaan yang tidak dapat dibilang sedikit dan menguras otak serta tubuhnya. Namun karena sayangnya ia merupakan putri satu-satunya dari sang Papa yang artinya ia tidak memiliki saudara satupun, mau tidak mau ia harus mau mengambil alih tugas dari sang Papa karena Papanya juga harus me

