Semua orang menoleh pada suara bariton yang sangat dikenalnya itu. Mata mereka melebar karena melihat kedatangan Johan tiba-tiba. Si kembar menatap lelaki tua yang masih tegap dan gagah itu dengan tatapan bertanya-tanya, siapa gerangan lelaki yang berani bicara lantang pada mereka semua. “Jadi, siapa yang berani menyentuh pianoku?” tanya Johan datar menatap mereka semua satu persatu secara bergantian. “Aku. Kenapa memangnya? Ada masalah?” Michael menjawab dengan lantang, mengangkat dagunya seakan-akan tidak ada rasa takut di dalam hatinya itu. Johan, Almira dan Michael adalah tiga orang yang berbeda namun dengan tabiat yang sama. Jika Almira itu adalah Johan versi saset, maka Michael adalah Johan dan Mira versi saset. “Oh rupanya kamu anak kecil? Berani sekali menyentuh barang berharga

