“Untuk yang itu nanti biar saya yang—” Ucapan Krist terhenti ketika suara dehaman mengintrupsi percakapannya dengan Naya. Untuk Krist, pria itu mungkin tetap tidak akan menyadari siapa yang datang dengan menoleh dan berusaha melihatnya, sebab memang yang satu itu belum bisa Krist lakukan untuk sekarang. Jadi, sementara Naya menoleh Krist tidak melakukannya, pria itu hanya menghentikan kalimat yang keluar dari mulutnya karena tahu Naya juga tidak akan mendengarkan apa yang ia katakan selanjutnya karena teralihkan dengan kedatangan sosok yang berdeham barusan. “Kamu udah dateng, Gar?” Suara Krist lagi, dan yah—Krist mungkin tidak bisa melihatnya, tapi pria itu dengan jelas bisa mengenali suara sekertaris sekaligus asistennya itu sendiri. “Saya di sini, Pak.” Jawab pria itu, membungkukkan

