BAB 34

944 Words

Dalam kebimbangannya menanti kedatangan Shawn dan meminta penjelasan pada Shawn, Luna menyeka air mata yang jatuh karena mengingat Shawn. Nayla menatap Luna dengan tatapan menyipit agar bisa melihat wajah Luna yang muram sekaligus sedih. Lalu, dia mendekat pada Luna, duduk di samping Luna. Buru-buru Luna menyeka air matanya lagi.             “Terkadang aku kesulitan melihat dengan jelas,” katanya tiba-tiba. Luna mengernyit tidak mengerti.             “Aku memakai kacamata hanya kalau ada kuliah saja dan itu pun di dalam kelas. Aku kurang nyaman memakai kacamata.” Dia menoleh pada Luna. “Mataku minus empat, Luna.”             “Kau tidak bisa  melihat dengan jelas?”             Nayla mengangguk.             “Kukira kau—“ nyaris saja Luna keceplosan dengan bilang ‘sinis padaku’ namun, d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD