BAB 39

1088 Words

Nelly mengaduh soal sikap Erlena pada Shawn setelah Erlena menghabiskan waktunya satu jam di kantin selama jam kerja. Nelly tidak habis pikir kalau Shawn akan memperkerjakan seorang model hanya untuk menjadi asistennya tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Apa karena Shawn pemilik perusahaan sehingga dia bisa seenaknya memasukkan orang begitu saja tanpa mengikuti SOP perusahaan.  “Satu jam di kantin selama jam kerja.” Keluhnya dengan napas naik turun kesal.  “Aku sudah memanggilnya ke sini. Bicaralah dengannya tapi jangan marah-marah, Nelly.”  Nelly mengembuskan napas kesal.   Beberapa saat kemudian Erlena muncul. Dia muncul dengan kemeja putih ketat dan rok pendek di atas lutut. Untuk beberapa saat Shawn terpaku menatap kemolekan tubuh Erlena sebelum bayangan Luna muncul dan mengingat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD