Luna menyesap kopi hangat setelah mengantar kedua putranya berangkat sekolah. Yang jadi pertanyaan adalah apa yang menyebabkan Shawn bisa membohonginya dan semalaman tak pulang. Luna perlu mencari tahu tapi yang jelas saat ini adalah dia harus mengamankan semua aset miliknya. “Sayang…” Shawn datang dan memeluk Luna erat. Pelukan itu memiliki arti ‘perasaan bersalah yang mendalam’. “Hei, kamu kemana saja? Nomormu tidak aktif semalaman.” “Maafkan aku. Aku ketiduran di kantor. Dan investor dari Timur Tengah itu membatalkan pertemuan kami. Mungkin dua minggu lagi kami akan meeting. Soal memang, padahal aku sampai ketiduran di kantor. Maafkan aku, sayang. Kamu pasti khawatir.” “Iya, Shawn. Tidak apa-apa.” Saat memeluk Shawn, Luna mencium aroma parfum wanita. Parfum manis yang sangat kuat.

