El mengusap rambut Karina sangat lembut dan berbisik. "Sst, jangan bicarakan itu lagi. Aku tak ingin kau merasa dalam kehampaan. Kita semua berusaha untuk membangkitkan dirimu, jadi kau tak boleh merasa lemah ataupun bersalah lagi." Karina mengangguk, dia menguatkan tubuhnya dan memakan semua yang Eric buat. "Aku harus berubah, dan jika pahlawan butuh baju zirah, sedangkan aku butuh makan. Aku tak ingin anakku lahir dalam keadaan lapar. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik, El. Tapi kau tahu itu sangat sulit." El senang jika Karina mau makan seperti ini. Tapi sekarang pikiran tidak lagi fokus pada Karina, jiwanya sudah sedikit mengurai pada wanita yang kini tinggal di Mansion. Dia Bulan, wanita yang sudah Karina kirim kala itu untuk memenuhi kehendak sang istri. El tak suka dengan ca

