Melangkahkan kaki keluar toilet berlilit handuk ditubuhku. Aku melihat sekitarku, kosong ... dia tidak ada. Perlahan aku mendekati lemari dan membukanya mencari piyama, yang ada hanya pakaian berbahan satin tipis dan pendek, semuanya dengan berbagai motif dan warna, Ya Tuhan! Aku bergegas memilih satu karena telepon di meja kerjanya berdering. Buru-buru aku masuk kembali ke dalam toilet dan memakainya lalu keluar segera tanpa menoleh ke belakang karena dia sudah di sana. Menerima panggilan telepon itu dengan suara yang pelan. Masuk ke area kamar tidur aku melihat ada telepon di atas meja, merasa penasaran aku ingin mendengar apa yang dia bicarakan. Gagang telepon aku angkat perlahan dan terdengar suaranya yang berkata, "Aku tidak akan menyentuhnya, hanya kau yang ada dalam pikiranku sa

