Rion dan Risty berjalan bergandengan tangan memasuki villa. Mereka memutuskan untuk kembali ke villa usai makan siang. Di ruang tamu sudah ada Mama, Papa, Daffa, dan Nindy. “Syukurlah kalian datang.” Mama tersenyum lega. “Memangnya kenapa, Ma?” “Ini masalah mereka berdua, kata Nindy...Daffa dan Risty punya hubungan yang spesial.” Risty memutar bola matanya dengan jengah. Ia muak sekali melihat wanita itu.”Suamiku jauh lebih baik darinya.” Ucapan itu mendapat tatapan tak suka dari Daffa. Namun, lelaki itu hanya diam. “Rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Nindy, isteriku ini sangat mencintaiku,”jawab Rion santai. Nindy tertunduk, matanya bengkak karena menangis semalaman. Ia sungguh tidak rela kalau Daffa sampai suka dengan Risty. Dulu ia diperebutkan, tetapi sekarang dua pria

