SETELAH menjelaskan apa yang terjadi, akhirnya Coach sedikit merasa iba, hanya saja beliau masih merasa kesal mengapa tak ada permohonan izin dari Hatra sebelumnya. Hatra mengatakan bahwa lukanya sudah membaik dan sepertinya dia juga mengurungkan niatnya untuk mundur dari kompetisi. Dia juga berkata dia siap berlatih keras saat ini juga. Kali ini Hatra langsung berhadapan dengan Steven, lawan yang tak kalah tangguh dari Hatra. Level mereka setara, sehingga sulit juga bagi Hatra untuk membuatnya tumbang di menit awal. Sekali menyerang, Steven bisa membalas dengan dua jurus sekaligus. Hatra hampir kewalahan bertahan. “Lama nggak latihan sih,” kata Steven di sela-sela latihan mereka. “Kayaknya kamu seneng banget,” balas Hatra sengit. “Pasti dong.” Steven melayangkan pukulannya dan meng

