Keesokan harinya Reyna sudah bersikap biasa saja. Hanya matanya yang masih tampak sembab. Jadi mau tidak mau ia harus memakai kaca mata ketika kerja di kantor "Tumban pakai kaca mata?" tanya Roy dengan heran. Reyna memberikan jawaban yang masuk akal, "Lagi sakit mata Mas." "Oh, kirain lagi sakit hati," tebak Roy yang tepat sekali. Rasanya percuma saja Reyna menutupi, Roy sudah bisa menebak sendiri. Mungkin dengan berbagi hatinya jadi semakin lega. Akhirnya ia menceritakan, "Tadinya sih, tapi saya dan Bos Farel sudah menyelesaikan masalah kami semalam, rasanya plong sekali. Sekarang saya sudah ikhlas, cinta itu tidak harus memiliki, bener kan Mas?" "Betul sekali, kamu harus yakin Allah telah menyiapkan jodoh yang terbaik. Mungkin saja Mas gitu orangnya," sahut Roy sambil tersenyum.

