Roy tidak membiarkan Reyna pergi. Bahkan pria itu berjanji akan membantunya, kalau Farel tidak juga berubah. "Tunggu Rey, begini saja kalau Farel menyakitimu lagi. Mas akan bantu kamu bicara sama pak Wily untuk mengakhiri pernikahan ini." "Sampai kapan pun sifat Farel tidak akan bisa berubah. Kenapa sih Mas ngotot banget melarang saya pergi?" tanya Reyna yang sudah tidak mau bertahan. "Karena kamu adalah keluarga Pratama. Kasihan Pak Wily, tolong ingat kebaikannya. Selain itu tidak baik pergi dan memutuskan sesuatu dalam keadaan marah!" sahut Roy yang membuat amarah Reyna mulai mereda. "Lagi pula sudah malam kamu mau pergi ke mana? Lebih baik sekarang istirahat, besok pagi baru kita akan ke rumah sakit!" sarannya yang dijawab anggukan oleh Reyna. Setelah memikirkan kata-kata Roy yang ad

