LEWATI SAJA

2869 Words

Dunia Venus membeku. Bisakah ia tetap melawan? Mimpinya dengan Giris bukanlah sekadar mimpi. Dan Venus merasa benci karenanya. Telinga Venus berdenging, dan ada sulur-sulur kehampaan nan dingin di sekujur tubuhnya yang terasa menyesakkan. Ia hanya mampu menatap Lou yang entah kenapa bisa berubah menjadi lembut. Sejak kapan Lou jadi baik dan simpatik begitu? Lagipula, aku sedang berpikir tentang apa? “Venus?” Tangan Lou melambai-lambai di depan wajah Venus. Venus berkedip. “Aku tidak apa-apa,” ia berkata dengan tenang, lantas tersenyum dan menyesuaikan duduknya. Lou dan yang lain memandang sosok pasien di atas ranjang rumah sakit itu dengan khawatir. “Beritahu aku detailnya. Tentang … moyangku itu.” Sepi. Bip-bip-bip. “Apa suaraku terlalu rendah?” Bip-bip-bip. “Venus …” Shad m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD