BAB 53: TEROR 2

1419 Words

Rose menatap dingin pria yang sekarang berdiri dua meter di depannya sambil menodongkan pistol ke jantungnya. Saat dia melihat ke sekeliling, ada lebih dari tiga puluh orang yang mengarahkan senjata padanya. Sepertinya dia akan mati sekarang. Sehebat apapun kemampuannya, tidak mungkin bisa menghindar dari puluhan peluru yang diarahkan padanya. Ini bukan film action hollywood. Yang penting adalah mengulur waktu selama mungkin sampai bantuan datang. Dia berdoa dalam hati, semoga Tuhan masih mau membantunya untuk melindungi teman temannya. “Hanya aku yang kalian inginkan. Lepaskan mereka” kata Rose dengan bahasa italia pada pria paruh baya yang berada di depannya itu. “Bukan kamu yang berhak memberi perintah disini, nyonya” jawab pria paruh baya itu dengan senyum mengejek. “Justin Ludovi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD