Harapan baru telah muncul.
Disaat dirinya melihat aku, aku merasa di orang yang baik, mungkin dengan aku menjadi baik lagi itu baru cocok untuk mendekatinya.
Namanya Liri.... indah bukan seperti lagu..
ia anak yang pandai dan juga baik, dia berada di kelas untuk anak-anak yang pandai, ia juga merupakan peringkat 10 teratas di sekolahku.
Aku dan dia bagaikan langit dan bumi,
Tetapi aku tak menyerah dengan keadaan karna ini adalah harapan baru untuk ku, aku belajar menjadi anak yang baik pada umumnya.
Tetapi seketika aku memulai belajar menjadi baik teman-teman ku yang nakal tidak menyukainnya.
Mereka mulai mengejek, mengancam dan seringkali menggunakan kekerasan kepada ku, aku mulai belajar berubah.
aku bertemu dengan teman ku yang baru, ternyata ketiga teman ku ini mengambil jalan yang sama dengan aku.
mereka adalah roi,sadam,dan jon.
Mereka sahabat baik ku, kami mulai bertemu, mengobrol dan mencoba mengerjakan tugas yang di berikan guru, walaupun terkadang kami masi menggunakan ancaman kepada teman kami yang lain untuk memperlihatkan pekerjaan mereka alias mencontek, kami terus belajar menjadi anak yang baik.
Ketika teman teman ku mengobrol dan makan di kantin bersama ku, liri pun datang.
" Dirinya bagaikan cahaya yang menerangi kegelapan"
Aku terdiam dan terpesona kepadanya.
Disana di kantin aku mendekatinya dan mengenalkan namaku.
Aku berbicara kepadanya
"Namaku rena"
Dia menjawab
"aku sudah tau kamu orang yang suka memandang aku kan...!?"
disana aku merasa gugup malu dan juga senang. Rasanya sulit dijelaskan tetapi nyaman sekali cara bicarnya.
Awalnya aku berpikir dia akan mengejek namaku yang aneh itu, tetapi ia tidak peduli dengan hal ini, mengagap aku sama seperti orang pada umumnya, akupun menjadi bertambah semangat untuk menjadi lebih baik lagi.
Aku selalu menyempatkan lewat didepan kelasnya walaupun cuman untuk melihat dirinya, disaat jam istirahat aku mencoba mencarinya di kantin, tetapi aku tidak dapat menemukannya, aku mencarinya disemua lingkungan sekolah tetapi tetap tidak menemukannya, aku memberanikan diri untuk bertanya
kepada temannya
"maaf mau tanya dimana liri? "
"rasanya malu, tetapi tetap aku paksakan untuk bertanya"
temannya menjawab pertanyaan ku
untuk apa kau mempertanyakan dimana liri?
"mereka pasti berpikir bahwa aku akan berbuat hal yang tak pantas kepada liri"
aku menjawab.!
aku hanya ingin mengobrol dan kenal dengannya.!
mereka tak mau menjawab dimana posisi liri sekarang, aku tidak marah kepada mereka malahan aku berpikir
"ini wajar jika mereka tidak mau menjawab, siapa yang akan membiarkan orang yang mereka sayang di dekati seorang yang nakal"
aku pun pergi dari hadapan mereka dan terus mencari dimana liri sekarang.
ketika aku melihat sebuah ruang disana aku melihat liri hatikupun senang, ternyata ia berada di ruangan
"perpustakan sekolah" sedang membaca buku.
ia cantik pintar dan juga sopan, tak salah jika menyukai wanita seperti itu, yang jadi masalah jika ia menyukai ku
"itu yang ada dalam pikiran ku".
Aku tidak boleh berhenti disini, ia adalah "Harapan baru bagiku"
aku selalu belajar untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, hingga pada suatu hari aku mencoba mendekati dan berbicara kepada liri.
"Apa pelajaran sekolah sudah selesai?"
"ia menjawab, ia sudah selesai"
aku mencoba terus berjalan disisi samping dirinya hingga ia mencoba mencari kendaraan "angkutan umum" untuk pulang kerumah.
Setibanya angkutan umum, liri mencoba memasukin kendaraan tersebut untuk pulang kerumahnya
"aku mulai berbicara dengan kondisi gugup dan malu"
"apakah besok kita bisa ketemu di perpustakaan?"
"didalam diriku berpikir, ayo terimah ajakan ku"
"Lalu ia berbicara, Boleh tapi sehabis pulang pelajaran sekolah"
"aku mulai merasakan suatu rasa yang begitu bahagia, tak sabar rasanya untuk datang hari esok untuk bersamanya"
aku mulai pulang kerumah dengan berjalan kaki "bukan berarti rumahku dekat, melainkan lumayan jauh mungkin 6km, aku pulang dengan berjalan karna terkadang aku tidak memiliki uang seperti anak lainnya"
aku terus berjalan kaki untuk pulang kerumah dengan cuaca yang begitu terik sekitar pukul 13.30, terkadang sedi dan iri melihat kondisi orang lain.
Tetapi semua itu aku tepis dan terus belajar berpikir postif
Setibahnya di rumah
"aku mengucapkan salam"
yang kuharapan selalu ada yang menjawab, tetapi itu terkadang hanyalah hayalan aku, karna pada kenyataannya ibu dan kakak ku sibuk dengan kepentingan mereka sendiri.
dirumahku sendiri tetapi merasa seperti tinggal di tempat lain, setiap mau makan kami selalu makan sendiri sendiri dan menghabiskan waktu dengan hidup masing-masing.
rasa yang tidak nyaman dengan kondisi seperti itu, aku selalu pergi setelah makan siang untuk bermain playstation dirental hingga pulang malam hari
ditempat rental aku mulai memaikan game playstation tersebut tanpa memikirkan keadaan dirumah hingga malam tiba, aku mencoba pulang kerumah untuk mempersiapkan pakaian dan perlengkapan lainngya untuk pergi kesekolah.
pada waktu subuh hari sekitar jam 5 pagi, aku dan saudari perempuanku ("maya") selalu membantu ibu kami untuk membuka usaha kecil kecilan di depan rumah yaitu berjualan gorengan.
ibu ku selalu membangunkanku untuk mempersiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk memulai berjualan gorengan. setiap pagi inilah pekerjaan yang aku kerjakan, hingga pukul 06:00 aku bersiap untuk berangkat kesekolah.
aku berangkat untuk pergi kesekolahan dengan berjalan kaki, terkadang banyak melihat teman teman ku yang pergi kesekolahan dengan diantar orang tuanya, ada juga dengan saudara, dan keluarganya.
"Rasa sedi iri menyeliputi hati dan pikiran"
tetapi aku tetap belajar bersabar kan aku yakin pasti akan ada indah pada waktunya.
setibanya disekolahan aku kembali bertemu dengan teman teman ku yang nakal dahulu, mereka mencoba mengajak aku untuk bolos dari sekolah untuk pergi kewarnet atau tempat lainya.
Dalam kondisi mood yang terkadang sedi aku berpikir untuk
"Mengikuti mereka untuk menghilangkan kesedihan dan juga kecewa akan kondisi diriku"
Tetapi hal itu tertepiskan ketika aku melihat "Harapan baruku" wanita yang aku sukai yaitu liri, aku ingat untuk belajar menjadi baik agar bisa mendapatkan masa depan yang baik bersamanya"
aku berbicara kepada teman teman ku yang nakal..
"maaf, aku tidak bisa ikut..!"
meraka marah akan jawaban diriku
"hingga mau menghajar diriku"
aku berpikir untuk apa aku berkelahi dengan meraka, sampai kapan akan selesai.
jika api ketemu api bukan akan menjadi padam melaikan hanya kan menjadi api yang besar dan bisa membakar semuanya.
aku hanya pasrah jika mereka akan menghajar aku
Tetapi seorang guru yang disebut guru killer muncul dan berbicara
"kenapa kalian belum masuk juga"
hingga kami semuanya ketakutan dan akhirnya masuk kedalam kelas masing masing.
waktu terus berjalan hingga waktu menunjukan pukul 13:00 dan bel akhir pelajaran dibunyikan.
"aku merasa senang karna akhirnya aku bisa kembali bertemu dengan "Harapan baruku" liri"
Aku langsung menuju perpustakan sekolah dan meminjam buku untuk dibaca, disana aku melihat liri bersama tiga temannya yaitu sinta, rina, dan dina.
Aku ragu dan gugup untuk bertemu liri karna aku pikir mereka akan marah jika aku mendekati teman mereka dan aku tidak pantas untuk liri.
Ternyata semua itu salah malahan teman mereka seakan mempersiapkan kondisi tersebut
"Aku kaget akhirnya mereka mau menerimah diriku ini"
"aku dan liri mulai mengobrol hingga pukul 15:00"
aku mulai berbicara kepada liri dengan terus terang hingga akhirnya aku mengungkapkan rasa yang ada pada diriku
bahwa aku menyukainya
"liri apa kau mau menjadi pacarku"
liri hanya diam dan berkata
"aku belum bisa menjawabnya, bisa beri aku waktu"
aku menjawab...
"silakan, karna rasa tidak bisa dipaksakan, jadi biarkan rasa itu sendiri yang akan berbicara"
sambil tersenyum tipis..
liri diam dan berkata
"ternyata kamu orangnya asik dan baik juga ya, tidak seperti apa yang orang lain bilang"
aku terkejut karna ia bilang aku baik.
aku menjawab
"makasih.... oh ya ini cukup sore, apa kamu belum mau pulang kerumah..?"
liri menjawab
"ia ini mau pulang"
kami mulai akhiri percakapan dan mulai menuju angkutan umum untuk mencari kendaraan yang akan liri naiki.
liri berpesan kepada ku jika aku menjawab mau menjadi pacarmu...
"apa kamu akan berubah...?"
aku bilang
"aku akan berusaha...."
liri menjawab
"baik lah aku mau menjadi pacarmu, kamu harus berjanji untuk belajar menjadi lebih baik lagi"
aku menjadi bahagia dan senang
lalu aku berkata kepada liri
" apa ada nomor telepon yang bisa aku simpan agar bisa mengobrol bersama mu..?"
lalu ia memberikan nomor teleponya
"aku merasa bahagia dan begitu senang"
lalu liri pergi dengan angkutan umum tersebut
aku mulai berjalan menuju rumah dengan hati dan pikiran yang bahagia.
setibanya dirumah
aku berbicara kepada ibu ku..
"ibu apa aku boleh mintak belikan telepon..?"
ibu ku menjawab
"uang dari mana rena, kita makan juga terkadang pas pasan, belum kakak mu mau sekolah, dan kakak perempuanmu akan kuliah"
aku menjadi marah dan kecewa hingga aku pergi dari hadapan ibuku dengan wajah yang tidak baik.
lalu aku pergi bermain playstation seperti biasanya hingga malam baru pulang.
setiba di rumah aku langsung tidur di kamar dan menghadap tembok, hal yang tak biasa mulai aku rasakan
"Dari ujung kaki hingga kepalaku terasa merinding"
"Dalam kondisi itu aku mencoba sekuat tenaga teriak, tetapi aku tidak bisa hingga akhirnya aku membaca ayat kursi"
"perlu di ingat yang menghilangkan bukan ayatnya tetapi atas izin allah"
aku mulai ketakutan dan tidak bisa leluasa untuk tidur
hingga aku paksakan berbicara kepada ibuku, tentang kondisi yang ku alami.
hingga akhirnya ia menceritakan pengalaman goib yang ia alami dalam kisah nyata hidupnya
maaf teman teman kisahnya sampai sini dulu, insah allah nanti kita lanjutkan di judul "hal goib"