BAB ; 32

1839 Words

Keduanya kini berada di kantornya Farel. lebih tepatnya mereka berada di lantai paling. Di mana, di sana disediakan beberapa kursi untuk duduk. Ya, seperti sebuah area untuk kumpul-kumpul. "Wah ... indahnya," respon Andine saat menginjakkan kakinya di area itu. Tapi, ia kembali bebalik badan dan menatap tajam ke arah Farel. "Apa?" "Kenapa nggak bilang padaku, kalau di sini ada tempat seperti ini?" "Kan, kamu nggak nanya," balas Farel. "Iya, juga, sih," pikirnya kembali menikmati pemandangan malam. Selain menikmati pemandangan yang hijau, seperti kebun teh atau pemandangan desa ... ia suka tempat-tempat seperti ini. Farel duduk di sebuah kursi. Apalagi yang dilakukannya kalau bukan hanya melihat tingkah Andine. "Kita ngapain di sini?" "Nggak ada," jawabnya duduk di sebelah Farel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD