BAB : 16

1172 Words

Seharian, bahkan Andine seolah tak berhenti menangis. Apalagi penyebabnya kalau bukan tentang sikap Elina. Farel sampai bingung harus berbuat seperti apalagi agar gadis itu bisa tenang. Hingga meminta dokter untuk memberikan obat penenang. "Kamu menangis seperti ini, sedih menumpahkan air matamu hingga kering pun, itu tak akan merubah segalanya. Mamamu akan tetap dengan keegoisannya," jelas Farel. Farel memang benar. Ia terima jika dirinya anak angkat, tapi masih belum terima mamanya melepasnya hanya karena uang. Segitu murahkah dirinya sampai bisa ditukar dengan uang? Ia tak punya keluarga lagi. Andine menggenggam tangan Farel dan menatap intens ke dalam manik mata cowok itu. berharap tak ada dusta ataupun janji palsu yang akan didapatkan. "Berjanjilah nggak akan pernah meninggalkanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD