Varisa lagi berjalan menemui seseorang yang akan menggantikan nya ke perbatasan,Varisa tak sengaja menyenggol seorang polwan cantik yang lagi berjalan tergesa-gesa ke polres untuk menyerahkan surat pindah tugas nya dari padang ke jakarta,polwan itu tidak melihat siapa yang menyenggolnya,Varisa minta maaf.
"*Maaf mbak saya tidak sengaja?
Saat polwan itu melihat Varisa,mata Varisa terbelalak besar melihat siapa polwan yang dia tabrak tadi,Varisa gak asing dengan wajah polwan tersebut.
*"Kak Trisukma,ini benaran kakak?
Tapi Trisukma biasa-biasa saja mendengar jeritan Varisa
"*Ya ini saya Trisukma,kenapa emang nya ya.
*"Kak ini aku Varisa adik sepupu kakak?
"*Maaf saya buru-buru
Trisukma berlari dengan cepat ke kantor polres,Varisa mengikutinya lalu melihat dengan mata kepalanya kalau kakak nya itu ternyata adalah Brigadir polisi,Varisa gak nyangka bakalan bertemu kakaknya yang sudah lama menghilang akhirnya bertemu disini.
Varisa menunggu Trisukma di luar,setengah jam lama nya Varisa menunggu akhirnya Trisukma keluar juga.
"*Kak Trisukma,ternyata kakak seorang polwan ya?
Trisukma melirik adik nya itu dan bilang
"*Jangan mencari aku lagi,karna aku gak ingin ibu kamu itu tau kalau aku disini,dan bilang sama ayah kamu juga,selamat atas kebahagiaan nya itu yang sudah menelantarkan ibu ku?.
Varisa bingung apa yang dikatakan kakak nya itu,Varisa bertanya
"*Apa maksud kakak bicara seperti itu?
"*Ibu dan ayah kamu akan memjelaskan nya sama kamu nanti.
Trisukma berjalan menuju parkiran mobilnya,Varisa menarik tangan nya lalu memeluk kakak nya dengan erat sambil bilang
"*Risa sangat kangen sama kakak,Risa gak mau kakak pergi lagi kak?
"*Apa hak kamu melarang aku pergi,kamu siapa emang nya melarang aku pergi,gara-gara mama dan papa kamu itu bunda ku menderita selama ini,gara-gara papa kamu bunda ku kehilangan masa depan nya,dan gara-gara mama kamu itu bunda aku di benci orang dan di jauhi oleh semua keluarga nya,sekarang mama kamu bisa meras puas atas kematian bunda ku.
"*Apa kak,tante marlena meninggal,terus apa hubungan nya sama mama dan papa kak,tolong jelaskan kak biar Risa mengerti?
"*Baik lah kalau kamu mau tau,ayo ikut aku.
Lalu Trisukma membawa Varisa kesebuah rumah yang tampak sederhana,Trisukma membawa Varisa ke dalam ruangan rumah itu
"*Ini rumah siapa kak?
*"Ini rumah bunda,disini lah bunda melahirkan aku,disini lah bunda berjuang membesarkan aku seorang diri setelah mendapat penderitaan dari papa dan mama kamu,disini lah bunda menangis dan menghilangkan malu dari kampung halamannya.
"*Bukan nya kakak tinggal di padang?
"*Aku kepadang hanya untuk menemui bunda yang ingin menghabiskan sisa hidupnya di sana sampai ajal menjemputnya.
Varisa meminta penjelasan kenapa kakak nya sangat membenci mama dan papa nya
"*Baik lah,sekarang kakak jelaskan ke Risa,kenapa kakak sangat membenci mama dan papa?
"*Kamu mau tau,baik lah aku akan kata kan semuanya,sekarang duduk lah biar kamu gak jatuh pingsan,mama kamu adalah kakak kandung dari bunda,mama kamu merebut papa kamu dari tangan bunda,papa kamu sudah menghamili bunda ku,tapi tak bertanggung jawab.
"Emang sih papa kamu menikah sirih sama bundaku,tapi kewajibannya sebagai suami tak pernah di berikannya karna mama kamu meminta nenek dan kakek melamar papa kamu,papa kamu menikahi mama kamu dan mencampakkan bunda begitu saja tanpa memberi apa-apa,bunda melahirkan sendirian disini tanpa sanak saudara dan suami.
"Awalnya aku merasa kalau aku terlahir sebagai anak tak bernisab dari seorang ayah,setelah besar sekitar umur ku 15 tahun,aku mendengar bunda berbicara sambil memandang sebuah foto,hatiku perih mendengarnya,bunda menangis terisak-isak.
Varisa terenyah menatap kakak nya menangis sambil bercerita
"*Emang nya apa yang di lakukan mama kak?
"*Mama kamu sengaja menghancurkan bunda ku karna sakit hati,mama kamu fikir bunda didekati pacarnya karna dia suka sama bunda,padahal pacarnya itu mendatangi bunda karna ingin minta bantuan bunda tuk melamar mama kamu,tapi mama kamu salah faham dan mendorong pacarnya kejalan sampai di tabrak mobil yang lagi melintas kencang,pacarnya meninggal di tempat,tapi mama kamu bilang ke orang tua pacarnya kalau bunda yang mendorong nya sampai di tabrak mobil.
"*Tidak kak,kakak bohong,mama ku orang baik kak?
Lalu Varisa mengambil sebuah buku diari yang besar dan tebal milik bunda marlena dan memberikan nya ke Varisa
"*Baca lah,ini buku diary bunda.
Varisa membaca buku itu
{♧Dar diary♧}
^*Awal aku berjumpa dengan bang Darmawan saat aku magang di perbatasan,aku seorang Bidan yang lugu,hehehe ups,bang Darmawan selalu menjaga aku kemana pun aku pergi,saat aku hampir selesai magang,bang Darmawan mengutarakan isi hatinya kepada ku,bang Darmawan mengutarakan cintanya,aku pun menerimanya,karna aku juga mencintainya.
^*Karna kami sudah tak tahan lagi tuk bersatu,kami nikah sirih dengan mahar uang 100 ribu,aku hamil lalu aku pulang ke kampung halaman ku untuk bicara kepada ibu dan ayah,tapi aku di cuekin karna kakak ku belum menikah.
^*Saat aku di jalan pulang dari apotik,aku di datangi oleh Deni pacar kakak ku,si Deni itu memintaku tuk memberikan bunga kepada kakak ku Nurma,kakak ku melihat kami lalu salah faham,dia marah lalu mendorong Deni kejalan mobil melintas terus Deni di tabrak sampai meninggal di tempat.
^*Yang paling sedih nya kakak kandung ku bersaksi kalau aku lah yanv mendorong Deni kejalan,padahal dia lah pelakunya,orang tua Deni menuntut ku sampai aku di penjara selama seminggu sampai polisi selesai menyelidiki semuanya.
^*Untung ada salah seorang warga yang lewat memberi kesaksian,akhirnya aku pun terbebas,yang lebih parah nya kak Nurma meminta ibu dan ayah tuk melamar bang Darmawan tuk jadi suaminya,kak Nurma menjelek-jelekan aku kepada orang tua bang Darmawan.
Bersambung