Semangat

1028 Words

Natasya hanya diam. "Ke depan lo." Natasya masih tak bergerak. "Lah lo enggak ngerti bahasa Indonesia?" Natasya dengan kekesalannya langsung keluar dan duduk di dekat Bryan. Bryan menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya. "Rumah lo di mana?" tanya Bryan. "Nih." Natasya memberikan alamat yang ada di handphonenya, Bryan memasang GPS karena memang dia belum tau daerah sini, dia masih baru di sini. Baru pindah dari London. Terjadi keheningan di mobil. Natasya hanya menikmati perjalanan sambil melihat ke jendela mobil. Natasya masih kepikiran soal Rama. "Makasih ya," ujar Natasya. "Buat?" "Karena udah mau donorin darah lo buat Rama," ujar Natasya. "Hm." 20 menit perjalan mereka sudah tiba di depan rumah Natasya. Natasya turun dan memberikan ucapan terimakasih setelah itu Bryan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD