Natasya menatap ke arah kaca. Nicho berjalan menuju Natasya berdiri. "Kalian? Siapa? Kalian keluarganya pasien?" tanya Nicho. "Iya, kami temannya Rama," ujar Atha. Sebenarnya ada sebersit rasa benci Atha kepada Rama. Di sisi lain dia senang saat Rama seperti ini, dia tidak akan pernah lagi menjadi kapten di tim mereka lagi, dan di sisi lain lagi Rama adalah temannya, entah sekarang Atha masih bisa menyebut Rama sebagai temannya apa bukan. Sedangkan Najwa hanya bisa celingak-celinguk, dia berharap Natasya tidak melihat Fatah di sini. Rumah sakit yang sama di mana Fahmi dan Irdina dirawat. Najwa semakin khawatir, handphonenya lowbat tidak bisa menghubungi Fatah sekarang. "Saya yang bawa dia ke sini, dia butuh donor darah O+," ujar Nicho. "O+?" Nicho mengangguk. "Kami tidak ada yang p

