Natasya mencubit gemas pipi Fatah hingga lelaki itu kesakitan. "Mau aku cium? Sini! Sini!" Natasya mencubit pipi Fatah, hampir saja memelintirnya. "Ampun-ampun, sakit bebebb!! Lepasiin." Fatah menarik tangan Natasya menjauh dari pipinya. Dia lalu memanjat pohon mengambil sepatu Natasya. BRAKK. Fatah terjatuh dari pohon karena ulahnya sendiri. Natasya membulatkan matanya saat wajah Fatah tersungkur pada aspal jalanan. Dia mengambil sepatu, mengenakannya baru membantu Fatah. Fatah malah masih asik berbaring tengkurap menanti bantuan Natasya. "Astaga Dragon! FATAH!" Natasya seketika panik dan membantu Fatah bangkit, pipi Fatah berdarah dan hidungnya juga terluka. "Yaampun, ayo kita pulang ke rumah gue." Mereka berjalan bersisian, tangan Natasya menggamit lengan Fatah. Entah kenapa Fata

