Miranda sedang duduk sendirian di sofa panjang yang ada di dalam apartemen milik Andi. Kekasihnya yang sudah setahun lebih menjalin hubungan dengannya. Tak ada ikatan pernikahan di antara mereka berdua. Membuat Miranda kini dilanda gelisah. Pasalnya beberapa hari ini Andi jarang pulang ke apartemen. Miranda tahu kalau kekasihnya itu memang sibuk dengan bisnisnya. Tapi, firasat perempuan itu berbeda. Miranda merasakan hal lainnya. "Aku harus meminta Andi segera menikahiku, aku tidak mau terus terusan seperti ini. Sudah setahun lebih dia belum juga meresmikan hubungan ini." Miranda menghela napas lelah. Kedua tangannya meremas ponsel yang ia gengam kuat- kuat. Tak lama terdengar suara seseorang membuka pintu. Ceklek. Andi datang dengan keadaan setengah mabuk. Berjalan sempoyongan men

