"Ma-maaf, Pak. A-aku yang sudah me-menaruh gelang i-itu di laci meja Namira." Deg. "Lho?" Semua orang yang ada di ruangan itu tertegun menatap Sri. Saat mendengar ucapan Sri. Sedang Sri sendiri kini merutuki dirinya dalam hati. 'Aduh! mulut ini kenapa keceplosan pula tadi, astaga.' gumam Sri dalam hati. "Nah kan, kamu ngaku?" "Eh, bu-bukan seperti itu, Pak. Ma-maksudnya bu-bukan aku yang mencuri gelang itu, Pak. Tapi aku yang tadi mengambil gelang itu dari laci dan memberikannya pada Bu Arini, Pak. Jadi bukan aku yang sudah mengambilnya, itu maksud aku, Pak Teguh. Ta-tadi aku keceplosan, salah ngomong, Pak." bela Sri pada dirinya sendiri. Teguh mengernyit saat menatap Sri. Tiba-tiba saja kini terdengar suara Kiara menangis. Suara itu terdengar sangat kencang. Membuat Bu Ari

