Chapter 40.

1320 Words

"Waduh, ketahuan!" seru Teguh. Namira menatap benda yang ada di tangan Kiara. Sebuah mika bening yang di dalamnya ada coklat dan bunga mawar. "Maem ... Maem..." Kiara menggigit kuat- kuat dengan mulutnya. "Sayang, ini untuk kak Mira, ya. Kamu besok Papa belikan es krim, oke." Teguh mencoba merayu Kiara. Mencoba mengambil coklat dan bunga yang ada di tangan anaknya. Tapi, Kiara tak mengizinkan ayahnya. Gadis kecil itu malah memegangnya semakin erat. Namira menatap bingung ayah dan anak itu. Dia tidak bisa ikut campur masalah ini. Biar keduanya menyelesaikan urusan ini sendiri. "Duh! Ra, maaf ya, coklatnya malah di buat mainan sama Kiara, besok aku beli lagi deh," Teguh menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Nggak usah repot-repot, Mas." Namira tersenyum menatap Teguh. Kemudian p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD