Bab 30 : Titik Kemarahan Revan

2604 Words

Tiga buah cangkir berisi teh dibawakan langsung oleh kakak ipar yang menghadangku tadi. Sekarang, ia melunak dan begitu baik padaku. Di seberang sofa yang aku duduki, Mama mertuaku berada. "Maaf sebelumnya, tadi nggak sopan karena ... yeah ... saya nggak tau kalau kamu istrinya Revan." Airin, nama si kakak iparku—memberitahu. "Nggak papa, Mbak." Aku memaklumi. Sebelum mengambil teh, aku terlebih dahulu memasukkan surat nikah, serta kartu keluarga ke dalam tas, sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir pengusiran. "Lagian, gampang orang-orang ngaku sebagai istrinya Revan. Cuman, yang bawa bukti kayak gini, aku doang." "Revan nggak pernah ngabarin kalau dia nikah." Mama mertuaku; Mama Tina. Ekspresinya tampak murung, tetapi kadangkala antusias padaku. "Maaf, ya, Mama nggak datang pas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD