40. Bila Hidupmu Tinggal Satu Menit Lagi

1391 Words

"Enam puluh ... lima puluh sembilan ... lima puluh delapan ...," Aku menutup pintu lift sambil menghadap cermin, menghitung mundur detik-detik kematian. Mataku berkaca-kaca, menyesali semua kesalahan yang kuperbuat di masa lalu. Seandainya waktu bisa diputar kembali, aku mungkin akan menjadi orang yang lebih dekat kepada Tuhan. Tak akan aku menebar umpatan, tak akan aku melakukan hal yang terlewat batas. Air mata mengalir dari sudut mataku. Aku tertawa. Orang kadang bertanya, bila hidup tinggal semenit lagi, apa yang akan kau lakukan? Dulu aku menjawab macam-macam, mulai dari makan makanan yang aku suka hingga kenyang, mencium pria yang paling tampan sedunia, atau menendang p****t guru matematika yang galak. Namun, sekarang, saat aku benar-benar mengalaminya, yang ada di benakku hanya R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD