Teman Jiwa Raga

669 Words
"Freyaaaaaaaa.....Frey..... Kantin yoooook, laper dan lelah hayati, pikiran terlebiih jiwaaa butuh pasokan semangat ngeliat cowok cowok bening di Kantin" Teriak Sahabat sekaligus tetanggaku si Noni di pinggir Pintu Kelasku, cewe mungil berambut ngombak, ceriwis dan berkulit coklat manis. "Mana ada cowok bening di Kantin sekolah kita, yang ada lautan manusia yg berkeringat karena makan Soto nya Mbok Minah. Yok Frey keburu Jam Istirahat habis, cepetan non" Sahut Yanti cewek tomboy berambut panjang berkulit hitam , yang kata orang galak. Tapi bagiku mereka benar-benar sahabat terbaikku jiwa dan raga, karena kita bertiga berteman sudah dari kita TK sampai dengan kita kelas 2 SMA. Walau sejak masuk SMA kita bertiga tidak pernah sekelas tapi keakraban kita tetap terjaga. Sebenarnya kami bertiga tidak janjian bersekolah bersama di SMA Krista, mungkin ini yang dinamakan Jodoh. Jodoh tidak hanya karena Naksir Cowo tapi juga sahabatan , buktinya kita bertiga bisa bersekolah di SMA yang sama dan baru ketauan saat acara MOS kelas 1. Rencana semula memang Yanti akan bersekolah di SMA di desa tempat neneknya sekaligus menjaga juga merawat neneknya yang sudah tua, tapi apa daya saat mendekati hari terakhir pendaftaran SMA neneknya Yanti dipanggil Tuhan, Tuhan lebih sayang neneknya. Maka dari itu di hari terakhir pendaftaran Yanti langsung didaftarkan ayahnya di SMA Krista. Begitu pula Noni, Cewe Mungil ceriwis yang Hobi dan Ngefans banget sama Spiderman itu punya otak yang lebih baik daripada aku dan Yanti, dia punya ambisi harus masuk SMA Negeri paling Favorit di Kota Solo. Akan tetapi di H-2 pendaftaran SMA, dia sudah pesimis tidak lolos di Jurnal Pendaftaran di SMA Negeri tersebut maka dia memutuskan mencabut Berkas Pendaftarannya secara mandiri dan kemudian mendaftar juga secara mandiri tanpa didampingi orangtuanya ke SMA Krista. Sampai dengan sekarang kalau ditanya kenapa sekolah di SMA Krista , padahal dulu katanya antipati sekali bersekolah disini gara-gara ada kakak kelas SMP yang ditolaknya dulu juga bersekolah di SMA ini. Jawaban Noni cukup sepele waktu cabut berkas dan mau pulang dia ngelewatin SMA Krista, dan kebetulan dekat dengan SMA Negeri Favoritnya. Jadi walau tidak bisa bersekolah di SMA idamannya tapi setidaknya bisa melihat secara dekat SMA Favoritnyaa. Alasan yang cukup menyebalkan bagi aku dan Yanti, dimana kita berdua harus mengikuti test setengah mati belajarnya agar bisa masuk ke SMA ini dan si Noni katanya cuma asal menjawab dan lolos masuk begitu saja, kan begitu menyebalkan. Tapi apapun itu aku bersyukur luar biasa mereka berdua 1 sekolah denganku, aku di kelas 2A, Yanti di kelas 2C dan Noni di kelas 2G. Bersyukurnya jika Ibu maupun Bapak tidak bisa menjemput sekolah ada mereka yang selalu menemani naik angkot sampai rumah, Plus juga setiap istirahat ada mereka yang selalu siap sedia menemaniku makan dan mendengarkan curhat kebucinanku terhadap Eky... Entah karena mereka takut aku ngambek karena Aku curhat tidak diperhatikan atau karena kasihan 2 bulan kebucinanku tidak pernah nyangkut di pikiran dan hati nya Eky... "Wes wes nggak usah berdebat yok kitaa makan Bihun kuah soto panas dikasih sambel dan minum es teh. Duh Gusti enaknyaaa, lagi bayangin langsung berasa lapernya, Yok bestie mari kita cuzz keburu cacingku makin berontak gara makin nggak kuat menahan lapar" Kataku sambil jalan mengampiri Yanti dan Noni, menarik tangan mereka supaya langsung menuju Kantin Mbok Minah. "Sik bentar Bestie, aku kok lupa ngajakin Ine ke kantin. Kemana tadi dia yak , habis pelajaran Bu Kemi kok langsung menghilang" Kataku yang langsung berhenti dan mau kembali ke kelas nyariin Ine. "Pikir perutmuu dulu Frey, kamu punya Maag nggak boleh terlambat makan. Si Ine kalau laper juga bakalan ke Kantin kok, wes to mikirin orang lainnya nanti dulu. Isi perutmu dulu baru inget orang lain, kalau kamu khawatir nanti belike Ine roti jadi pas dia balik kelas dan nggak keburu ke Kantin bisa makan roti diem diem di Kelas. Nanti Mata Pelajarannya Pak Bambang to kelasmu? aman itu makan di kelas nggak bakal di marahin" jawab Yanti yang selalu punya Nalar yang lebih baik daripada Aku dan Noni walau kadang suka gesrek sih, itu buktinya nyuruh aku ngasih temen supaya makan roti di kelas. Bersambung........
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD