Setelah melihat Eky dan Ine saling menggenggam tangan dengan syahdunya, aku masih berusaha berpositif thinking mungkin tadi Ine kesandung atau mungkin Eky mau merasakan hangatnya genggaman tangan Ine karena kelamaan jomblo jadi pengin nginget-nginget gimana rasanya tangannya di genggam oleh cewek.
Semua itu sebenarnya hanya sekedarnya pikiran-pikiran ngaco ku aja sih, yang penting aku tidak kepikiran dan tetap nikmat makan bihun kuahku aja.
“Frey please.. itu perhatikan aja mereka mesra lho. Itu teman sebangkumu lho kok dia tega-teganya menusukmu dari belakang kaya gitu? Padahal kamu apa-apa selalu curhat ke dia” kata Noni dengan raut wajah kecewa.
“Nggak papa tenang, Eky kan kelamaan jomblo jadi dia pengin ngerasain gimana rasanya menggenggam tangan cewek. Udah mikir gitu aja, tenang ntar aku tanyain deh ke Ine maksud dia tadi ngapain ma Eky. Aku klarifikasi deh biar tidak membuat kalian penasaran” Jawabku dengan masih tenang mengunyah makanan.
“Nie anak asli lempengnya minta ampun uda jelas-jelas kaya gitu, aku tau kamu berusaha positif thinking tapi nggak kaya gitu juga mikirnya! Wes sana gek dibayar makanannya terus kamu ke kelas minta penjelasan langsung ke Ine” Masih dengan emosi kata Noni.
“Mbok Minah bayar makanan kita bertiga, habis berapa?” Teriak Noni
“Nggak usah beb… Gretong buat kalian bertiga. Gantinya nanti pulang sekolah aku pinjem Noni nya ya, jangan diajak pulang bareng dulu” Jawab Mas Ano sembari nyamperin meja kami.
“Bab, beb, bab, beb… bebek kaliii Mas! Yowes sering-sering yak di gretongin kaya gini. Lumayan yak ntar uang sakuku utuh bisa buat beli dress unyu di Mall. Jangankan ntar pulang sekolah, besok-besok juga boleh lho mas, bosen aku tu pulang bareng anak-anak cupu kaya mereka yang haus akan hiburan dan belaian” jawab Noni dengan genitnya.
“Frey ni anak tadi salah makan apa? Atau jangan-jangan soto yang dia makan kemasukan bumbu racikan dari Dukun sebelah?, tumben genitnya minta ampun” Jawab Mas Ano heran.
“Aman kakak, Cuma tadi keselek buntut cicak makanya suka nempel-nempel nggak jelas kaya tadi?” jelas Yanti.
Setelah drama genit Noni dan Mas ANo kami berjalan bersama ke kelas dan berpisah ke kelas masing-masing karena jam pergantian istirahat ke jam pelajaran berikutnya sudah berbunyi.
Jujur gara-gara ocehan Noni dan yanti lama-lama aku juga kepikiran masalah Eky yang gandengan dengan Ine tadi.
“Ne, kamu tadi makan dimana? Kok aku tadi nggak lihat kamu di kantinnya Mbok Minah?” Kataku setelah duduk ke kursi sebelah Ine.
“Oh aku tadi nggak ke kantin Frey, perutku mules tadi. Pas istirahat tadi aku nongkrong di toilet gara-gara kemarin makan Ayam Geprek kepedesen , mencret akhirnya Frey.” Kata Ine sambil megangin perut.
Hmm kenapa ya jawaban Ine aneh ya, padahal aku jelas jelas lihat dia sama Eky di dekat kantin. Dan kuliah Eky becanda sama Ipin memasuki kelas bersama, daripada aku bertanya tanya dalam hati nggak dapet jawaban yang jelas mending aku konfirm keduanya apakah jawabannya sama apa berbeda. Dari situ aku baru bisa mengambil kesimpulan apakah ada cumi di balik capjay kuah selama ini.
"Eky..." teriakku manggil Eky.
"Frey kamu kenapa teriak-teriak manggil Eky kaya gitu? Ada yang penting yak? sini tanya ke aku aja" kata Ine.
Hmm semakin aneh ferguzo pikirku, yang kuteriakin Eky tapi kenapa Ine keliatan Panik gitu yak.
"Lhah kan juga biasanya aku manggil Eky teriak-teriak apalagi dia lagi becanda ma Ipin mana denger kalau dipanggil pelan. Lagian juga aku neriakin Eky kenapa kamu keliatan Panik? ada yang kamu sembunyiin dari aku?" tanyaku selidik ke Ine.
"Nggak gitu maksudku, ini kan udah jam masuk nanti kalau kamu keliatan ngobrol ma Eky pas Pak Bambang masuk nanti kamu di ejekin Pak Bambang tau sendiri Pak Bambang suka usil jodo jodohin anak anak cewek cowok" Jelas Ine.
Semakin aku pikirkan, semakin aku mencurigai mereka berdua entah apa yang sedang mereka rasakan ataupun sembunyikan dariku. Tapi yang jelas aku nggak suka diginiin, aku harus mencari tau dengan pasti ada apa di balik semua ini.
"Oh gitu Ne, bener sih. Aku nggak kepikiran tentang itu apalagi Pak Bambang temen Badmintonnya bapak, yang ada ntar diaduin ke Bapak malah kalau aku pacaran di kelas. Endingnya bakal kena hukum uang sakuku bakal dipotong. Makasih ya ne" Jawabku ke Ine.
Dududuuu akan kubiarkan kamu tenang dulu Ine, kamu pikir cuma sekarang aja waktu buat mencari tau ada apa dengan kalian. Tidak semudah ituu Ferguzooo , rasa penasaranku bakal mengalahkan rasa sakit hatiku telah dibohongi kamu Ne.
Bersambung dong...
Hay semua Pembaca Gerbang Sekolah, Untuk menyempurnakan tulisanku agar lebih bagus. Mohon saran dan kritik ya di komentar, yang beruntung nanti berhak mendapat uang/pulsa senilai 25rb.Mohon bantuannya